Kembali ke Blog

Bunga Deposito Naik 2026: Sisi Terang buat yang Lagi Ngumpulin DP Rumah

Setiap akhir bulan, banyak pasangan muda di Bekasi nyisihin sebagian gaji ke tabungan khusus DP — pelan-pelan, satu transfer demi satu transfer. Kabar baiknya bulan ini: pundi-pundi itu sekarang bekerja lebih keras. Saat BI Rate naik, bunga deposito dan reksa dana pasar uang ikut terangkat, dan dana DP kamu numpuk lebih cepat dari sebelumnya.

Rumah Emerald 70 Kingspoint Bekasi Utara untuk pembeli yang menabung DP

Hampir semua headline membaca kenaikan BI Rate ke 5,25 persen sebagai kabar buruk. Wajar — buat yang sudah punya KPR mengambang, cicilan memang berpotensi naik. Tapi ada satu kelompok yang justru kebagian angin segar: keluarga muda yang belum beli rumah dan masih di fase ngumpulin DP. Fase belinya memang jadi lebih berat, dan itu kami bahas terpisah. Fase nabungnya? Baru saja dapat dorongan.

Soalnya pas Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia menaikkan acuan 50 basis poin ke 5,25 persen di 19–20 Mei 2026 — kenaikan pertama sejak 2024 — bunga produk simpanan biasanya ikut bergerak naik dalam beberapa minggu setelahnya. Deposito dan reksa dana pasar uang termasuk yang paling cepat menyesuaikan. (Angka di sini ilustrasi untuk gambaran, ya, bukan kuotasi pasti dari bank tertentu.)

Dana DP yang Sama, Bunga yang Lebih Besar

Nah, ini bagian yang bikin senyum. Misalkan sebuah pasangan sudah ngumpulin Rp 100 juta yang diparkir buat DP. Di bunga deposito sekitar 4 persen, setahun dapat kira-kira Rp 4 juta bunga sebelum pajak. Begitu bunga naik ke sekitar 6 persen, angkanya jadi sekitar Rp 6 juta — tambahan sekitar Rp 2 juta setahun, sebelum potongan pajak final 20 persen atas bunga deposito.

Kelihatannya kecil, tapi di runway DP selama 18 bulan, selisih yang terus diputar itu memangkas waktu nyata dari target kamu. Biar gampang dibayangin, ini perbandingan saldo dari basis Rp 100 juta (sebelum pajak, bunga diasumsikan ikut diputar):

Periode nabungBunga ~4%Bunga ~6%Selisih
Saldo awalRp 100 jutaRp 100 juta
12 bulan± Rp 104 juta± Rp 106 juta+ Rp 2 juta
18 bulan± Rp 106 juta± Rp 109,2 juta+ Rp 3,2 juta

Jadi cuma dari kenaikan acuan, dana DP yang sama bisa numpuk Rp 3 jutaan lebih banyak dalam 18 bulan — tanpa kamu nambah setoran sepeser pun. Buat keluarga yang lagi mati-matian nyisihin, tambahan segitu lumayan banget; bisa nutup biaya notaris atau sebagian biaya pindahan nanti.

Deposito atau Reksa Dana Pasar Uang?

Dua-duanya ikut naik saat acuan naik, tapi karakternya beda. Deposito mengunci bunga untuk tenor tertentu, jadi pasti, tapi kalau dicairkan sebelum jatuh tempo biasanya kena penalti dan bunganya hangus. Reksa dana pasar uang lebih cair — bisa ditarik kapan saja tanpa penalti break deposito, biasanya cair dalam 1–2 hari kerja, walau imbal hasilnya berfluktuasi harian.

Buat dana DP yang mungkin sewaktu-waktu kepakai pas ketemu unit yang pas, kelenturan reksa dana pasar uang sering lebih nyaman. Tapi catatan pentingnya satu: jangan kejar imbal hasil tinggi sampai masuk ke produk berisiko. Timeline DP itu pendek — setahun, dua tahun — jadi dananya wajib di instrumen berisiko rendah. Saham atau reksa dana saham memang bisa kasih cuan besar, tapi juga bisa minus pas kamu butuh duitnya. Bukan tempat buat dana yang sebentar lagi mau dipakai.

Catatan jujur: godaan terbesar pas bunga naik itu malah jadi kebablasan nunggu. "Ah, mumpung tabungan lagi gede bunganya, tahan dulu deh setahun lagi." Hati-hati — harga rumah dan plafon kredit juga ikut gerak. Pakai dorongan ini buat nyampe target DP lebih cepat, bukan buat nunda-nunda terus.

Sisi yang Sering Kelupaan: Jangan Kelamaan Nunggu

Ini jebakannya. Nabung lebih cepat itu bagus, tapi sambil dana kamu numpuk, harga unit di lokasi matang juga merangkak, dan plafon yang disetujui bank bergeser seiring bunga penawaran yang naik. Kalau kamu kekunci di mode "tunggu setahun lagi", dorongan bunga yang tadinya untung malah ketelan kenaikan harga.

Makanya cara mainnya: tetapkan angka DP yang realistis, manfaatkan bunga yang lagi naik buat ngebut ke angka itu, lalu eksekusi. Buat keluarga muda di koridor Bekasi–Jakarta, target yang masuk akal bikin semuanya kerasa lebih dekat. Kalau mau ngitung berapa lama lagi sampai DP-mu cukup, strategi menabung DP rumah dalam 18 bulan ngebahas itungannya step by step.

Berapa DP yang Realistis di Bekasi Utara?

Ambil contoh nyata. Rumah Emerald 70 di Kingspoint Residence, Jl. Raya Perjuangan Bekasi Utara, ada di kisaran Rp 700 juta dengan skema DP terjangkau dan cicilan mulai Rp 5 jutaan per bulan. Unitnya ready-stock — jadi begitu DP siap, kamu nggak nunggu indent panjang yang harganya bisa berubah.

Lokasinya juga matang: dekat akses KRL Stasiun Bekasi dan Summarecon Mall, jadi nilai huniannya cenderung bertahan. Buat pasangan yang lagi ngumpulin DP, target yang jelas plus dorongan bunga yang lagi naik bikin angka Rp 700 juta itu kerasa lebih terjangkau dari kelihatannya. Tinggal disiplin nyetor, biarin bunga kerja, dan eksekusi pas saldonya nyampe.

Pengin lihat gambaran lebih luas tentang ke mana sebaiknya dana ditaruh? Perbandingan investasi properti vs saham dan deposito bisa bantu kamu nimbang. Dan kalau kebetulan THR atau bonus tahun ini lumayan, cara pakai THR dan bonus Lebaran 2026 buat DP rumah ngasih ide biar dana musiman itu nggak nguap begitu aja.

Mau simulasi DP terjangkau Emerald 70?

Tim Kingspoint bisa bantu hitung skema DP dan cicilan Emerald 70 lewat WhatsApp, disesuaikan dengan kemampuan nabung kamu.

Chat WhatsApp Sekarang

Bacaan terkait di Kingspoint Blog